Monday, October 27, 2014

#1 Mr. Hormon: Makhluk Astral



"Uh ah uh ah Des... DES! AHHH"

Holyshit. He did it again hahaha. Onani, masturbasi apalah itu. Sudah berapa kali dia ngelakuinnya dalam seminggu ini ya. Kali ini entah kenapa yang jadi fantasi liar seorang Raka adalah Desi, ini siapa lagi sih. Oh tetangganya doi. Ya mungkin memang bukan pertama kali Desi menjadi fantasinya Raka, gara-gara tadi malam dia gak sengaja ngobrol lumayan lama sama Desi di teras rumahnya sambil mikir mesum, menelan ludah melihat lekukan tubuhnya Desi. Dasar memang.

Ohiya. Gue Han, narrator yang akan menceritakan Raka, seorang pemuda yang menginjak usia 20 tahun masih pengangguran. Dia sebenernya graphic designer freelance, namun jam terbangnya masih minim. Dan entah kenapa dia masih terperangkap dalam sebuah kecamatan kecil di sebuah kota kecil juga. Gak matching sama pekerjaannya sebenernya. Tapi ya gak papa lah terserah dia.

Setelah mandi dan gak lupa pake shampoo, lalu mengeringkan badan dan hal tetek bengek lainnya tentang ritual membersihkan diri dan berpakaian, Raka lalu kembali duduk di depan laptopnya. Bukan laptop buat professional, tapi laptop mini yang dipaksa buat instal aplikasi-aplikasi kerja yang berat. Tapi masih kuat aja dipake selama 3 tahun ini. Dia ngelanjutin pesenan kliennya untuk bikin potrait ilustrasi.

Raka sih masih berpikir bayarannya kurang layak, dan dia mengutuk dirinya karena gak sempet bilang angkanya. Tapi di sisi lain dia berpikir bahwa lebih baik diselesaikan dan cari klien lain. Bayaran sedikit tapi kalo kliennya banyak juga memang dapetnya lebih banyak pikir Raka.

Akhirnya selesai juga. Raka masih belum puas dengan hasil kerjanya, namun perut dia lapar.

"Sarapaan duluuu"

Akhirnya dia makan nasi bungkus yang dibelikan adiknya tadi pagi. Lalu lanjut memperbaiki ilustrasinya. Dan seharian itu Raka berkutat dengan laptopnya, dan tiba akhirnya dia mengantuk dan tidur.

Dalam alam bawah sadarnya dia masih berkutat di laptopnya, namun ternyata tangannya tak bisa digunakan malahan menembus laptopnya! Raka sendiri masih kebingungan dengan apa yang terjadi. Apakah ini nyata atau mimpi, melihat kedua telapak tangannya yang menembus barang-barang di sekelilingnya. Hati Raka kegirangan setengah mati.

Raka pun memperhatikan sekeliling kamarnya yang remang-remang, padahal lampu masih menyala. Dan kaget melihat tubuhnya yang terbujur kaku. Oh ternyata bukan, tubuhnya masih bernafas tertidur pulas bahkan ngorok. Dia curiga rohnya keluar dari tubuhnya, dan Raka berusaha mencoba menyatukan "roh" nya dengan tubuh fisiknya. Dan dia terbangun.

Raka mengerjap-ngerjapkan matanya. Setelah kesadarannya kembali, dia melihat kedua tangannya, lalu mencoba menembus dinding tapi tak bisa. Dia kemudian termenung berpikir keras tentang apa yang terjadi. Apakah rohnya bisa lepas hanya karena tertidur? Atau hanya mimpi saja? Karena tak tau jawabannya, dan sinyal mengantuk dari tubuhnya masih kuat akhirnya Raka memutuskan untuk tidur.

Dan kejadian itu pun berulang, "roh" nya kembali lepas dari tubuh fisiknya dan bisa menembus benda fisik. Akhirnya dia mengerti bahwa hanya ketika tertidur dia bisa melepaskan rohnya. Lalu dia berjalan keluar rumah dan pandangannya masih remang remang, dia pikir apa kalo dia dalam mode roh ini dia memang visualisasinya seperti ini. Lalu dia mulai menembus rumah demi rumah tetangganya yang tertangkap sedang tidur pulas. Raka kemudian teringat Desi, namun dia mendengar sesuatu.

Suara yang samar-samar itu semakin jelas itu ternyata adalah suara desahan wanita. Pikiran Raka pun mulai macam-macam, hati nuraninya melarang untuk mendekat namun pikiran tetap kukuh untuk mendekati asal suaranya. Akhirnya dengan nafsu birahi yang memuncak, menembus tembok demi tembok. Dan tak disangka sesosok laki-laki menghadap jelas ke arahnya. Tentu saja Raka kaget dan ketakutan bakal ketahuan namun setelah beberapa detik ternyata laki-laki itu tak menyadari kehadiran Raka. Dia pun bernapas lega sambil kegirangan melihat pertunjukkan langsung yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.

Raka tau siapa yang lagi bercihuy ria, Boy dan Kris. Mereka adalah pasangan suami-istri tetangganya yang sudah menikah sekitar 5 tahun dan dikaruniai 1 orang anak. Tampang mereka tak begitu rupawan, Boy perutnya yang membuncit sedangkan istrinya juga tubuhnya terdiri dari banyak lemak. Raka pun hampir muntah melihat mereka berdua bergumul.

Laki-laki itu menindih istrinya, memompa vaginanya dengan penisnya penuh nafsu. Mereka bergumul seru saling menggigit dan menjilati leher masing masing. Namun Raka sudah tidak kuat melihat tampang mereka, akhirnya dia kembali mencari pasangan lain yang lagi cihuy.

Dia menembus rumah demi rumah, tembok demi tembok tapi tak menemukan lagi pasangan yang lagi cihuy. Dia mengingat-ngingat ini hari apa.

"Ah pantes aja hari Senin, orang-orang cihuy kan Malam Jum'at"

Hahaha emang dasar mesum. Lalu dia teringat Desy, akhirnya dia berjalan ke arah rumah cewek idamannya itu. Tapi kemudian dia berpikir.

"Eh, apa gue bisa terbang yak, biar gak lama-lama kemana-mana"

Akhirnya dia pun mencoba melayang dan ternyata bisa. Lalu mencoba maju, dan bisa juga. Dan dia berusaha kuat untuk maju dengan kecepatan penuh, ternyata dia kebablasan menembus tembok tanpa bisa mengerem. Kebingungan karena tak bisa mengerem, dia akhirnya menyerah.

"Coba ada tombol Undo"

Setelah berpikir demikian tiba-tiba dia kembali ke tempat dia melayang semula

"Astajim" pikirnya.

Setelah tertawa karena senang menemukan sesuatu yang baru dari kekuatannya dia pun berhati-hati melayang ke rumahnya Desi. Setelah menembus beberapa rumah, akhirnya dia menemukan Desi tertidur pulas. Raka mencoba menyentuhnya tapi tak bisa, karena tangannya menembus tubuhnya. Lalu dia berpikir, apa bisa dia memasuki tubuh Desi?

Raka pun mencoba menyatukan "roh"nya dengan tubuh Desi. Lalu kemudian dia membuka matanya dan Voila! Tubuh Desi sekarang menjadi tubuhnya!

"Wow!" seru Raka.

To be continued...

Next Issues

No comments:

Post a Comment

Why so serious?