Petualangan Raka berlanjut melewati malam demi malam, but suatu hari dia merasa bosan menjalani rutinitas. Stuck dengan hal-hal yang sama, tak ada gairah karena hampir semua daerah dia jelajahi. Meremehkan? Mungkin. Tapi sekiranya Raka mencari gairah yang dulu dia nikmati ketika pertama kali mendapatkan ability transportasi roh.
"Mungkin gue perlu sesuatu yang lebih wah daripada menjelajahi tubuh-tubuh wanita"
Yeah, I think so. Jadi Raka pun memikirkan kemungkinan-kemungkinan untuk menyelamatkan dunia, save the world namun tidak ada yang sampai ke logikanya. Iya, dia tidak punya kekuatan fisik untuk melumpuhkan seseorang seperti superhero dalam komik. Mungkin bisa melakukan spionase, tapi tak mungkin. Tiba-tiba dia teringat akan suatu efek samping dari ability nya ke orang lain setelah penyatuan roh. Yes, Raka bisa melumpuhkan orang lain!
"So what's we gonna do?" Raka berpikir lagi.
Lalu doi teringat tentang kebutuhan-kebutuhan pokok dan kebutuhan-kebutuhan sekunder dari tuntutan sosial kelasnya. Terpikir untuk mencuri uang dari sebuah lembaga atau seseorang yang kaya, tertarik bergerak sebagi robin hood. Namun kemana dia akan mencuri?
Lalu beberapa jam setelahnya dia sampai di sebuah bank yang pernah memiliki masalah dengan negara namun lolos dihukum yang berat. Melakukan spionase berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mengampati proses keluar masuk uang, hingga penyimpanan uangnya.
***
Di belakang mobil brankas yang sedang berjalan, dua orang petugas kekar berotot sedang berbincang hangat.
"Hei, hari ini lo kenapa dipanggil bos?"
"Gak papa. Cuma dipromosiin aja jadi manajer keamanan heheh"
"What?! Waaah selamat bro! Harus traktir-traktir nih!"
"Oke deh, pulang kerja yak. Lo panggil semua temen-temen"
"Siap, Manajer! Haha"
"Anjinggg lo hahaha"
Lalu mobil itu berhenti di sebuah gedung bank yang besar dan tinggi. Dan mulailah proses transfer uang selanjutnya yaitu memindahkan uang ke brankas. Setelah melewati pintu demi pintu dan ruangan demi ruangan akhirnya sampai pada brankas besar tempat uang berada. Ketika pintu brankas dibuka, tiba-tiba satu persatu petugas transfer yang rata-rata berotot besar itu terjatuh pingsan, meninggalkan pintu brankas yang terbuka.
Lalu seseorang terbangun dan bergegas mengambil sebuah tas dan masuk ke ruangan brankas yang terbuka. Tanpa basa-basi dia langsung memindahkan uang-uangnya memenuhi tasnya. Setelah dirasanya cukup, dia bergegas keluar gedung tersebut dengan menaiki mobil pickup dan bersikap biasa di depan sekuriti yang menjaga gerbang masuk. Setelah dianggap cukup jauh, petugas itu berhenti di sebuah tanah lapang yang sepi, dan mulai menggali lobang kemudian mengubur tas yang berisi uang tersebut ke dalam lalu dia kembali ke gedung bank.
Bank sudah ramai dengan orang-orang, beberapa keramaian wartawan mulai memenuhi gerbang bank dan dua orang polisi berjaga-jaga mencegah wartawan untuk masuk. Raka yang merasuki tubuh petugas yang membawa kabur uang tadi berpikir nothing to lose untuk meninggalkan tubuh korban dan mobilnya di situ.
***
Tiga puluh juta rupiah berada di tangan Raka. Dia merasa girang, namun tugasnya belum selesai. Untuk menutupi jejaknya dia mentransfer seluruh uang itu ke rekeningnya dengan memecahnya selama 30 hari untuk menghindari orang-orang bank yang curiga. Sebenernya bukan bank, Raka menabung di kantor Pos.
Dan headline majalah politik ternama bulan itu, "Pencurian Bank Paling Halus!"
PS: Gue gak pernah tau sistem bank kayak gimana. Steal dari film-film perampokan bank yang rata-rata menyimpan uangnya di brankas di dalam sebuah gedung yang gede dan tinggi
Sebelumnya
First Issues

No comments:
Post a Comment
Why so serious?